DEMAK, Mediajateng.Net – Kapolres Demak, AKBP Maesa Soegriwo, menegaskan tidak ada biaya dalam pendaftaran anggota Polri 2018.

Kepada Mediajateng.net, Selasa (17/4/18) Kapolres meminta siswa yang lolos seleksi awal penerimaan anggota Polri, agar berhati-hati terhadap oknum yang mengaku-ngaku bisa membantu meloloskan menjadi anggota Korps Bhayangkara.

Mereka (oknum) hanya ingin memetik keuntungan dari momen ini, dengan menjanjikan bisa meloloskan siswa sebagai anggota Polri.

“Jangan percaya pada oknum-oknum seperti ini. Kalau didatangi dan dijanjikan laporkan kami,” tegasnya usai acara penandatanganan pakta integritas penerimaan Akpol, Brigadir dan Tamtama Polri Tahun 2018, di Aula Mapolres Demak.

Penandatangan pakta integritas tersebut, terkait penerimaan anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

Oleh karena itu, jika ditemukan pelanggaran dan kecurangan, agar segera dilaporkan.

“Kalau ada indikasi kecurangan segera laporkan kepada kami. Akan langsung diberi tindakan tegas. Sebab, kami ingin proses penerimaan ini bersih, transparan, juga humanis,” tegas AKBP Maesa.

Penandatanganan pakta integritas dilakukan antara Kapolres Demak, panitia seleksi, LSM, Disdukcapil Kabupaten Demak serta orang tua dan siswa yang lolos.

Siswa yang lolos seleksi awal, selanjutnya akan menjalani tes lanjutan di Akpol Semarang.

Untuk itu, mereka diimbau agar mempersiapkan diri sebaik baiknya, karena proses seleksi lanjutan berlangsung lebih ketat.

“Calon anggota Polri harus percaya kepada kemampuan diri masing-masing. Doa dan upaya keras, akan membuahkan hasil yang maksimal. Jangan percaya iming iming apapun, ” tandasnya.

Sebanyak 343 orang pendaftar yang masuk Polres Demak, lolos tahap awal.

Mereka terdiri dari 17 orang yang mendaftar Akpol, 294 orang Brigadir, 48 orang Tamtama, 1 orang Bintara TI dan 1 orang Bintara Pelayaran.(b/505-mj)