PEKALONGAN, Mediajateng.net – Sosialisasi ketertiban lalulintas menjadi tanggungjawab bersama. Namun, pelaksanaannya tidak saja harus dilakukan dengan memberikan hukuman berbentuk tilang.

Sebaliknya, dengan mengajak mengingat keberanian pejuang muda dalam menyatukan bangsa melalui sumpah pemuda dipilih Polisi lalu lintas sebagai tindakan hukuman yang mengedukasi. Dengan mengucapkan teks Sumpah pemuda, diharapkan pelanggar lalulintas kembali memiliki semangat untuk satu dalam ketertiban berlalulintas.

Kanit turjawali sat Lantas Polres Polres Pekalongan Ipda Turhan, mengatakan dirinya hanya untuk memberi efek jera terhadap remaja yang kerap melanggar lalu lintas.

“Kami hanya memberi pembinaan saja agar di kemudian hari para remaja tersebut tidak mengulanginya lagi, dan kami pun tidak memberikan tilang,” ungkapnya.

Ipda Turkhan menghimbau kepada masyarakat khususnya remaja dan pelajar yang memakai sepeda motor, supaya mentaati peraturan lalu lintas. Hal ini supaya dalam berkendara, aman, nyaman, dan selamat, ungkap Kanit Turjawali.

Setelah, diberi sanksi, 6 orang remaja yang melanggar lalu lintas dipersilahkan pulang. Tapi, jika tertangkap masih melanggar lalu lintas lagi akan diberi sanksi tilang.

“Kami kapok pak, kami berjanji akan selalu menaati peraturan lalu lintas yang berlaku demi keselamatan diri sendiri maupun keselamatan orang lain,” kata salah satu pelanggar.