SEMARANG, Mediajateng.net – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menunjuk ratusan anggotanya, baik Polri maupun PNS untuk menjadi khatib salat Jumat di lingkungan masyarakat. Mereka diharapkan bisa menjadi garda depan menyampaikan ceramah dalam rangka mencegah berkembangnya radikalisme, terorisme maupun intoleransi kehidupan beragama.
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, mengatakan langkah ini diambil sebagai upaya menyikapi perkembangan situasi keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) saat ini. “Radikalisme dan terorisme masih jadi salah satu ancaman terbesar bagi masyarakat Jawa Tengah,” kata Condro saat melaunching program Khatib Salat Jum’at, Selasa (20/9) bertempat di Mapolda Jateng.
Nantinya mereka yang ditunjuk akan ditugaskan di masjid-masjid kampung di lingkungan masyarakat, untuk menjadi khatib Salat Jumat. Lewat ceramahnya, Kapolda mengharap, para khatib bisa mengedepankan peningkatan stabilitas kamtibmas serta menyampaikan kinerja Polri kepada masyarakat. Tujuannya agar terbangun kepercayaan terhadap Polri.
Diketahui, para anggota Polda, PNS Polda Jawa Tengah maupun Polres jajaran yang ditunjuk menjadi Khatib ini berjumlah 128 personil. “Memberikan khutbah dengan imbauan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh paham radikal, tidak berfikir sempit dan tidak mudah terprovokasi apapun yang mengatasnamakan agama,” imbuh jenderal polisi bintang dua itu.
Tak kalah penting, Condro menegaskan anggotanya yang ditunjuk jadi khatib Jumat tidak hanya pandai berceramah saja, melainkan harus memberi contoh yang baik kepada masyarakat lewat tingkah laku. (MJ-303)

Comments are closed.