GROBOGAN- mediajateng.net

Jatuhnya helikopter milik Basarnas di Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Temanggung membawa duka mendalam bagi keluarga tim relawan kemanusiaan dan keluarga Kapten pilot di Grobogan.
Sali dan Marmi, kelurga kapten Haryanto, di Desa Pulorejo Kecamatan Purwodadi juga mengaku yerkejut dengan insiden kecelakakan helikopter di sekitar Pegunungan Dieng.

IMG_20170703_143011

Kapten Haryanto, merupakan putra sulung pasangan tersebut yang berhasil lulus Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 2007.
Kabar kecelakaan, pertama didengar dari kerabat.

“Kabar pertama yang kita dengar tentang jatuhnya heli Basarnas. Keluarga tentu jadi khawatir apa lagi info itu diperkuat dengan tersebrnya gambar-gambar di media sosial,” ungkap Suyanto, kerabat kapten Haryanto.

Dalam gambar, tambah dia, terlihat jika Kapten Haryanto bersama rekan-rekannya akan naik heli berwarna Orange. Lengkap dengan seragam Orange identitas Basarnas, tim yang hendak melakukan pantaun tampak masih sehat.

“Keluarga tetap berharap Haryanto tetap selamat. Namun kabar yang mengejutkan ternyata yang kita terima,” tambahnya.

Pujiyanto, senior Kapten Haryanto di SMA N 1 Purwodadi mengungkapkan keterkejutan tewasnya Kapten Haryanto.

“Yunior di SMA N 1 Purwodadi memang kariernya melejit. Orangya aktif dalam setiap kegiatan di sekolah,” ungkapnya. (MJ-505)