Semarang – mediajateng.net

Kenaikan kelompok bahan makanan telah memicu terjadinya inflasi di wilayah Jawa Tengah mencapai 0,58 persen pada bulan Mei 2017. Angka inflasi tersebut tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan pada bulan sebelumnya, April 2017 yang mencapai angka 0,15 persen.Dari lima indeks indikator inflasi, kelompok bahan makanan telah memberikan dorongan inflasi terbesar mencapai 1,75 persen. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah melaporkan didalam kelompok bahan makanan, pemicu inflasi tertinggi ada di sektor kenaikan bawang putih, telur ayam, dan komoditas beras.

” Sementara untuk komoditas cabai dan gula pasir, penurunan di tingkat harga, justru memberikan dorongan terjadinya deflasi.”demikian kata Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Margo Juwono, hari ini, Jumat (2/7) di kantornya kawasan jalan Pahlawan Semarang.

Menjaga kenaikan inflasi, BPS Jawa Tengah mendorong pemerintah untuk mampu menjaga ketersediaan suplai barang terutama untuk kelompok bahan makanan. Karena pasti mendekati pertengahan bulan
puasa Ramadhan, tingkat kebutuhan ditengah masyarakat akan semakin tinggi. Mulai dari makanan, ayam potong, hingga komoditas daging.Itu pasti, jika tidak tersedia, maka harganya akan melambung dan inflasi akan terjadi. Respon pemerintah harus cepat

Tingginya inflasi juga terjadi di enam kota di wilayah Jawa Tengah, tertinggi ada di wilayah Kota Kudus dengan capaian mencapai 0,80 persen. Disusul Kota Tegal mencapai angka 0,74 persen, Purwokerto sebesar 0,66 persen, dan Kota Cilacap serta Kota Semarang, sebesar 0,59 persen.

Selain kelompok bahan makanan, inflasi bulan Mei 2017 kali ini terdongkrak dari kelompok perumahan dengan adanya penyesuaian harga tarif listrik, serta kelompok bahan bakar, sebesar 0.51 persen. Disamping kelompok – kelompok lainnya, seperti kelompok transportasi, kelompok sandang, dan kelompok kesehatan. Inflasi terendah ada di kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,02 persen saja (MJ-202)