GROBOGAN, Mediajateng.net- Mengejutkan kah ketika Bupati Sri Sumarni jadi penjual bawang merah dan cabe.

Dengan kehandalannya ketika menjual pupuk, dagangan yang dibeli dari petani langsung ludes terjual hanya hitungan menit.

Bukan mencari untung besar, namin jualan dilakukan lantaran wanita yang menjadi ‘ibu’ bagi warga Grobogan itu nekat mengenang masa lalu dengan jualan karena ingin menyelamatkan harga panenan petani agar harga jualnya tidak anjlok.

Hari Jumat (8/2/2019) dipergunakan Bupati Grobogan, Sri Sumarni, untuk memperkenalkan cabe dan bawang merah lokal.

Kedua komoditas ini merupakan yang langsung didapatkan dari petani yang ada di Kabupaten Grobogan.

Keduanya diperdagangkan di Pasar Tani yang selalu buka setiap hari Jumat pada pukul 07.00- 10.00 WIB di depan Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Jalan Diponegoro Purwodadi.

Selain melihat dan berbelanja aneka produk pertanian yang dipanen petani, Bupati juga ikut membantu mempromosikan dagangan tersebut kepada seluruh OPD dan FKPD yang hadir dalam kegiatan ini.

Orang nomor satu di Kabupaten Grobogan tersebut juga mengajak seluruh masyarakat untuk berbelanja komoditas sayur lokal tersebut.

“Saya bantu menjualkan ya, dijamin nanti laris manis,” ujar Sri Sumarni sambil tertawa.

Terlihat beberapa jajaran OPD seperti Kepala Dinas Kesehatan dr Slamet Widodo, Kabag Humas Teguh, Asisten III Ahmadi Widodo, Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma Bambang Pulunggono, serta para pejabat lainnya ikut berbelanja produk pertanian lokal tersebut.

“Ayo, dilarisin ini cabe dan bawang merahnya. Masih segar-segar, lho,” kata bupati sedikit ‘berteriak’ khas penjual sayur di pasar tradisional.

Dalam waktu kurang dari 30 menit, cabe merah seberat 1 ton dan 500 kilogram bawang merah yang diperdagangkan ini habis terjual.

Bupati mengatakan, seluruh komoditas yang diperdagangkan di Pasar Tani ini merupakan hasil kerja keras para petani Kabupaten Grobogan.

“Untuk itu, saya mendorong kepada para pejabat, PNS dan masyarakat supaya belanja ke sini dalam rangka mendukung produk lokal,” harapnya.

Di samping itu, Sri Sumarni juga mengapresiasi langkah Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan yang meluncurkan program Pasar Tani ini.

Dikatakannya, pasar tani ini dilaksanakan dengan beberapa tujuan, seperti mengenalkan potensi pertanian lokal yang dihasilkan para petani, khususnya tanaman holtikultura.

“Selain itu, pasar tani ini juga ditujukan untuk mempertemukan petani dengan konsumen secara langsung agar mendapatkan harga lebih murah karena rantai tata niaganya tidak panjang,” lanjut ibunda Indri Velawati ini.

Panjangnya jalur distribusi ini, kata dia, berakibat pada tingginya selisih harga antara harga beli di petani dengan harga jual produk ke konsumen.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Edhie Sudaryanto mengungkapkan pasar tani ini sudah digelar sejak bulan Maret 2018. Menurut dia, keberadaan pasar tani yang diadakan setiap Jumat pagi ini mendapat respon positif dari masyarakat.

“Semua barang yang ada di sini bisa dibeli masyarakat. Jadi, pasar tani ini bukan pameran produk pertanian. Tetapi memang tempat memasarkan hasil pertanian lokal,” ungkapnya.

Edhie juga menambahkan, harga jual setiap komoditas di Pasar Tani ini lebih tinggi dibanding harga beli di level petani namun tetap rendah dari harga di pasaran.

Karena itu, petani memperoleh penghasilan tambahan dan konsumen bisa menekan pengeluaran.

“Hal ini jelas menguntungkan konsumen sebab mereka dapat membeli lebih murah. Di sisi lain, petani juga lebih untung karena menjual lebih tinggi dibanding menjual ke pengepul. Demikian untuk komoditas lainnya juga diberlakukan seperti itu,” tambah Edhie.

Tidak hanya para pejabat saja yang berbelanja di pasar tersebut. Istri pejabat juga ikut aktif berbelanja produk tersebut. Seperti yang dilakukan Sinta Asman Mokoginta. Istri dari Dandim Letkol Inf Asman Mokoginta ini bersama ibu-ibu dari Persit Kartika Candra Kodim 0717/Purwodadi berbelanja cabe merah dan bawang merah. Ia menyatakan, harga lebih murah ditemukan di Pasar Tani ini.

“Di samping itu, kita juga ikut membantu petani dengan membeli hasil panen,” katanya. (Ag-MJ)