Semarang, Mediajateng.net – Mulai 1 Januari 2017, 18 juta pelanggan listrik rumah tangga khususnya 900 volat ampere (va) tidak lagi mendapatkan subsidi.

Kepala Unit Komunikasi dan Pengelolaan Pengetahuan, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Ruddy Gobel memastikan peniadaan subsidi tersebut. ” Mulai awal tahun, 18 juta rumah tangga yang menerima subsidi listrik 900 va akan dihapuskan” katanya, kemarin.

Pencabutan tersebut lantaran subsidi listrik kurang tepat sasaran. “Subdisi yang ditarik bisa digunakan untuk 10 juta juta rumah tangga yang belum berlistrik dan untuk menimbulkan keadilan listrik bagi masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Walaupun subsidi akan ditarik bila ada pelanggan rumah tangga yang keberatan dengan harga keekonomian listrik 900 va tersebut bisa mengajukan komplain ke Kantor PLN terdekat.  “Kalau memang ada yang keberatan, bisa melapor kok. Nanti diberikan keringanan,” ungkapnya.

Ia menuturkan jika PLN saat ini terus melakukan  pendataan bagi pelanggan listrik rumah tangga 900 va yang layak atau tidak diberi subsidi. Tercatat ada sekitar 25,7 juta rumah tangga  atau 40 persen masyarakatan dengan ekonomi terendah. “Saat ini PLN sedang mencocokan data, agar subdisi bisa tepat sasaran,” paparnya.

Ia menerangkan saati ini banyak rumah tangga pelanggan listrik 900 Volt Ampere masuk dalam kategori mampu. Contohnya saja rumah  yang menggunakan AC, selama ini menerima subsidi lebih dari Rp100 ribu setiap bulan. “Setelah 1 Januari, yang biasanya bayar listrik Rp70 ribu akan menjadi Rp170 ribu. Jadi akan ada tambahan Rp100 ribu,” tutupnya.

28 KOMENTAR

Comments are closed.